Kamis, 12 Mei 2016

Samuel Zylgwyn-Franda Akan Undang Mantan untuk Cuci Piring



Hari pernikahan pasangan selebriti Samuel Zylgwyn dan Franda akan segera tiba. Meski mereka masih merahasiakan tanggal pastinya, Samuel dan Franda meyakini bahwa persiapan pernikahan mereka tinggal sedikit lagi.

"Untuk kapan tanggalnya, nanti juga tahu," kata Samuel saat dijumpai di Royal Gala Dinner Adelle Jewellery, Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016) malam.

Samuel dan Franda mengaku tak akan mengundang banyak tamu. Para tamu yang akan hadir hanya meliputi keluarga dan teman dekat.
"Enggak akan ada berita yang heboh deh, orang tamunya saja cuma keluarga dan teman dekat," kata Franda.
Lalu, apakah mereka juga mengundang para mantan pacar?

"Aduh, pertanyaannya last year deh. Yang diundang keluarga dan teman terdekat saja kok," kata Franda.
"Iya diundang, buat cuci piring!" timpal Samuel yang langsung disambut tawa calon istrinya, Franda.

Untuk diketahui, sebelum menjalin kasih dengan tunangannya, Samuel pernah berpacaran dengan Gracia Indri. Sementara itu, Franda sendiri sempat menjalin asmara dengan personel boyband SM*SH, Bisma. 

Iwan Fals: Lo Ganggu Indonesia, Gue Lawan Lo!



Vokalis dan pencipta lagu Iwan Fals (54) menyatakan tidak akan tinggal diam jika ada pihak-pihak yang mengganggu Indonesia.

Kecintaannya kepada bangsa dan negaranya itu juga dituangkannya ke dalam salah satu lagu barunya.

"Syair saya, tentang Indonesia. Lagu baru saya tentang kecintaan saya dengan Indonesia. Lo ganggu Indonesia, gue lawan lo! Itu tafsir saya tentang Indonesia," kata Iwan dalam wawancara khusus olehKompas.com di Jakarta pada 12 November 2015.

Lagu baru itu akan dibawakan oleh Iwan dalam konser besarnya, Untukmu Indonesia, pada Sabtu (21/11/2015) sore hingga malam di Istora Senayan, Jakarta. 

Judul lagu itu pun baru akan diumumkan oleh Iwan dalam konser bertiket dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta per lembar tersebut.

Bagi Iwan, menyajikan lagu bertema cinta Indonesia, termasuk yang liriknya mengkritik apa yang terjadi di negeri ini, merupakan cara utamanya untuk menyuarakan sikapnya.

"Saya enggak mau negeri yang saya cinta ini rusak cuman gara-gara orang brengsek. Ya, cara saya ya gini, nyanyi," paparnya.

"Bahwa musik kan jalan yang saya pilih, hidup saya di musik, apa anehnya. Saya harus main musik. (Kalau tidak) kayak ikan enggak kena air aja," tekannya.

Nyanyikan "Pesawat Tempur", Iwan Fals Dilempari Uang



Konser Iwan Fals (54) yang bertajuk "Untuk Indonesia" di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/11/2015) dimulai tepat pukul 20.00 WIB. 

Riuh para OI (Orang Indonesia) seketika menyeruak di dalam gedung. Konser 'wangi' pun dibuka langsung oleh sang bintang. 

"Terima kasih buat yang sudah datang. Buat yang diluar juga," kata Iwan Fals di atas panggung. 

Sambutan singkat Iwan langsung dipotong oleh iringan musik denganbeat yang rancak dan semarak. Melodi "Pesawat Tempur" pun dimainkan. 
Waktu kau lewat
Aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan
Tentang dirimu
Seperti kemarin
Kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja
Bagai pesawat tempur
Hei kau yang manis
Singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona
Sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku
Tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung
Engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur
Sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya
Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Oh ya andaikata
Dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang
Yang banyak makan biaya
Oh oh ya andaikata
Dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah
Bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Bersinggahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Dengan gitar di tangan, vokalis gaek itu tampil begitu enerjik. Refrainlagu memang seakan meminta uang kepada 'penguasa'.

Lirik itu langsung ditanggapi para OI dengan melemparkan sejumlah uang ke panggung. 

"Banyak uang bertebaran di sini. Ini kalau enggak ada uang ini enggak bisa beli, enggak bisa masuk sini juga. Enggak bisa beli barang," kata Iwan. 

Selesai "Pesawat Tempur", Iwan melanjutkan konsernya dengan lagu "Mimpi yang Terbeli". 

Selain Iwan, beberapa musisi lain juga ikut manggung seperti Iwa K dan Neo.

Iwan Fals Tagih Presiden Joko Widodo lewat Lagu Barunya "Janji-janji Jokowi"



Iwan Fals menagih janji Presiden Joko Widodo lewat lagu baru yang ia nyanyikan pada konser "Untukmu Indonesia" di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/11/2015) malam.
Lagu bertajuk "Janji-Janji Jokowi" itu berisi program-program kerja Presiden Jokowi yang terangkum dalam Nawacita.
Sebelum menyanyikan lagu ini, Iwan bercerita bahwa anaknya menangis ketika mendengar lagu tersebut.
"Anak saya nangis waktu saya dengarkan lagunya. Dia bilang, 'Nanti Papa dikira dukung Jokowi. Nanti Papa di-bully terus di Twitter'. Dia kan belum ngerti," kata Iwan Fals.
"Tidak ada urusan dukung-mendukung, yang ada urusan saya mendukung Indonesia," lanjut Iwan disambut riuh penonton.
Iwan mengatakan, lagu yang ia buat sebagai dukungan untuk Indonesia yang lebih baik.
"Bagaimana mewujudkan mimpi-mimpi, tentu kesepakatan kita bersama lewat presiden terpilih. Saya catat janji-janji itu. Mudah-mudahan ini menjadi support untuk Indonesia ke depan lebih baik lagi," tutur Iwan.
"Janji Jokowi semoga terbukti. Janji Jokowi sungguh dinanti-nanti," demikian sepenggal lirik lagu itu.
"Janji Jokowi semoga bukan janji kompeni," seru Iwan.

Iwan Fals dan Ariel "NOAH" Bikin Lagu tentang "Haters"



Musisi Iwan Fals (54) membuat lagu berjudul "Para Penerka" di album Satu yang baru saja diluncurkan.
Lagu hasil kolaborasi Iwan dengan Ariel NOAH ini mengisahkan tentang fenomena haters yang muncul di media sosial. 
"'Para Penerka' ya sejenis haters. Ya, apapun yang kita lakukan adalah berkarya, bukan untuk membenci satu sama lain," kata musisi yang dilahirkan dengan nama Virgiawan Listanto itu dalam peluncuran album Satu di Pisa Kafe Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).
"Zaman sekarang kan mudah sekali menzalimi. Saya pernah pengalaman, Ariel juga punya pengalaman," ujar Iwan. 
Senada dengan Iwan Fals, Ariel pun berpendapat sama. Menurut Ariel hal itu sudah lazim terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Lagu ini (Para Penerka) kesannya kita yang nyanyi mencela para pencela, bukan itu maksudnya. Yang terjadi di masyarakat tapi kan seperti itu," kata Ariel. 

Kuasa Hukum Bantah Kabar Jupiter Fortissimo Konsumsi Sabu karena Stres





Kuasa hukum artis peran Jupiter Fortissimo (34), Fransisca Indrasari, membantah kabar bahwa kliennya mengonumsi narkotika jenis sabu karena stres menghadapi sepi tawaran pekerjaan.
"Isu berkembang bahwa dia memakai karena tidak dapat job, bukan karena itu," kata Fransisca ketika mendampingi Jupiter menjalani tes asesmen di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Kamis (12/5/2016).
Menurut Fransisca, Jupiter mengonsumsi sabu untuk kesenangan semata karena pergaulan. Frasisca juga menegaskan kliennya itu tak memiliki masalah apapun hingga membuatnya mencicipi barang haram itu.
"Tidak ada masalah. Pada saat itu diajak teman aja. Salah pergaulan. Salah teman juga. Stres tidak pernah diungkapkan. Murni salah pergaulan," ujarnya.
Jupiter ditangkap oleh penyidik Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, di sebuah rumah karaoke di kawasan Mangga Besar pada Selasa (10/5/2016).
Polisi menyita sabu seberat 0,54 gram dari dalam tas Jupiter.
Jupiter lalu digelandang ke Polsek Taman Sari bersama empat rekannya, yaitu F, I, NA, dan MD. Polisi menjeratnya dengan pasal 114 dan 112 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Keluarga Yakin Jupiter Fortissimo Bukan Pecandu Narkoba



Pihak keluarga merasa yakin Jupiter Fortissimo bukanlah seorang pecandu meskipun artis peran itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.
Karena menganggap Jupiter hanyalah korban obat-obatan terlarang, keluarga pun optimistis dia akan direhabilitasi dan proses hukumnya tak sampai ke pengadilan.
"Kami optimis (direhab) karena Jupiter bukan pecandu dan juga bukan pengedar," ucap kuasa hukum artis peran Jupiter Fortissimo, Fransisca Indrasari, saat mendampingi kliennya menjalani assessment atau tes kadar kecanduan di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Kamis (12/5/2016).
Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan Jupiter, kliennya itu baru mencoba barang haram tersebut sejak tiga bulan yang lalu. Itu pun karena ikut-ikutan teman-temannya.
"Jupiter kan korban. Bukan pengedar. Memang pada saat penangkapan itu Jupiter belum melakukan apa-apa. Baru mau pesan lagu (di tempat karaoke), tapi langsung dilakukan penangkapan," ucap Frasisca.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Metro Tamansari AKBP Suhermanto menegaskan Jupiter telah dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu.
Untuk mengetahui lebih lanjut kadar kecanduannya, Jupiter harus menjalani tes asesmen di BNN sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Dari pengakuan kan sudah tiga bulan konsumsi maka kami akan melakukan assessment di BNN untuk memeriksa taraf keparahan atau kecanduan dari narkotika yang dikonsumsinya. Ini bagian dari penyidikan kami," ujar Suhermanto saat dihubungi, Kamis pagi.
Dari hasil tes BNN itulah, lanjutnya, dapat dianalisis apakah Jupiter sekada pemakai atau juga berperan sebagai pengedar.
"Kita juga akan menganalisa perannya sebagai penyalahguna atau pengedar," ujarnya.
Jupiter ditangkap oleh penyidik Polsek Metro Tamansari di tempat karaoke di kawasan Mangga Besar, Selasa (10/5/2016).
Polisi menyita sabu seberat 0,54 gram dari dalam tas Jupiter. Ia pun digelandang ke Polsek Taman Sari bersama empat rekannya berinisial F, I, NA, dan MD.
Polisi menjeratnya dengan pasal 114 dan 112 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.